#ffKorea "Wangi Tubuhmu, Ku Inginkan Itu!"

by - 06.27

#FF Korea "Wangi Tubuhmu , Ku Inginkan Itu!"

Genre : Romance
Age : 14-15+ /? maybe.haha
Cast : ▼Luhan EXO
           ▼Shin Aegi (author)

Ini FF Korea pertama yang gw buat, ini request dari temen sih dan komentar dia kalau FF ini jempol banget, sesuai apa yang dia mau. Sorry banyak typo kata/ketikan, ambil hikmah positifnya ya. Selamat Membaca..(ゝ。∂)



-----

"Wangi Tubuhmu , Ku Inginkan Itu!"



Seorang siswi sedang terduduk manis di belakang gedung olahraga. Seragam sekolah yang ia pakai terlihat basah dan lepek.
"Hei kau!" sahut seseorang dari belakang. "Dasar bodoh, sudahku bilang buka bajumu dan jemur disitu!" ucapnya kasar.
"Ah kau selalu saja membentakku, pelan sedikit!" aku pergi tanpa menghiraukannya.
"Cih."

Aku, Shin Aegi. seorang siswi kelas 12-3 di SMA Hingorin. Hari ini begitu menyebalkan. Bajuku basah dan cowok serigala itu membentakku lagi.

"Aegi, ada apa dengan bajumu itu?" tanya salah satu temanku.
"Ah gapapa, hanya tersiram air." jawabku.
"Cepat ganti, nih pacarmu menitipkan baju dan handuk tadi."
Ah cowok serigala itu keras kepala juga. "Makasih." jawabku seraya mengambil baju dan handuk yang dititipkan untukku.

"Ibu, air panasnya sudah siap. Aegi ke kamar ya." sahutku yang sedang merebus air. Aku pun beranjak pergi ke kamar dan mengutak-atik handphoneku. Ada sms.
*sms*
"Heh bodoh!"
"Balas smsku!"
"Hey!"
Ah sms menyebalkan dari cowok serigala itu, tidak penting sama sekali.
"Eh? telfon?" ucapku kaget.
"Hey Shin Aegi! Kenapa tidak membalas sms ku? Sombong sekali, dasar bodoh!"
"Bodoh? Jangan seenaknya menyebutku begitu, kau juga bodoh! Luhan!"
Cowok serigala menyebalkan ini bernama Luhan. Ia seumuran denganku, hanya saja kami berbeda kelas. Dia temanku sejak kecil makanya kami sering dianggap sebagai sepasang kekasih. Gosip bodoh macam apa itu? Aku tak akan mau menjadi pacarnya semenjak kejadian itu.
"Ha? Aku ini anak pintar kau tahu?" ucapnya kesal.
"Terserah saja."
"Hm, gomawo. Shin Aegi, aku hanya mengkhawatirkanmu karena kejadian di sekolah tadi. Yasudah sana tidur, maaf aku mengganggu. Bye." ucapnya pelan lalu memutuskan sambungan telefon kami berdua.
"Luhan..dasar bodoh!"

Keesokan paginya. Aku demam. Kejadian ini terulang kembali seperti di hari itu.
"ah..hah.. panas sekali. uhuk." keluhku. Kepalaku terasa berat dan aku memejamkan mata.

Tak berapa lama, aku merasa ada desahan nafas di sekitar tengkuk leherku dan tiba-tiba sesuatu menyentuh bibirku. Sentuhannya begitu lembut dan manis, desah nafasku tak teratur, badanku menjadi semakin panas dan aku pun membuka mata perlahan sangat perlahan. LUHAN !!! A..Apa yang kau lakukan? Aku mendorong tubuhnya sekuat tenaga, dan ia pun melepaskan bibirnya dari bibirku. Ciuman pertamaku? Aku menampar pipi Luhan dengan sekuat tenaga. Ia hanya diam menatap mataku.
"A..A..Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menciumku? Jelaskan!" ucapku dengan gemetar.
"Aku tak bermaksud apa-apa. Maaf, aku hanya tidak bisa menahannya karena aroma harum tubuhmu mengikatku." ucapnya pelan.
"Ha? jangan bodoh Luhan! Jelaskan yang sebenarnya!" ucapku bertambah kesal. Jantungku berdetak kencang.
"Aku mengi..um aku mencintaimu Shin Aegi. Aku selalu menahan perasaan ini dari dulu, aku selalu ingin menyentuhmu tapi aku tahan semua itu. Aku tak mau menodaimu dengan tangan ini. Tapi wangi tubuhmu, hawa panas dengan desah nafasmu yang memburu membuatku kehilangan kendali. Nafsuku tidak bisa tertahan kembali. Aku..." ucapnya terputus.
"BODOH!! Keluar.. KELUAR DARI KAMARKU!! Hiks.." teriakku sambil menangis. Aku tak mengerti maksud dari ucapan Luhan. Apa maksudnya? Kami ini hanya teman sejak kecil, tapi kenapa dia melakukan itu kepadaku?
"Aku hanya minta maaf, Shin Aegi." ucapnya, lalu ia bergegas keluar kamar.

"SHIN AEGI!!!"
Aku tersentak kaget dan membuka mataku lebar. Ah ternyata tadi hanya mimpi. Setiap demam, aku selalu memimpikan kejadian itu, itu mengerikan. Cowok serigala ini, eh Luhan sedang duduk memerhatikanku yang terbaring lemas diatas tempat tidur. Matanya memandangku aneh dan aku pun membuang mukaku.
"Hey!"
"Apa?" tanyaku singkat dan masih memalingkan muka darinya.
"Sudah baikkan ya? nih!"
Aku tetap memalingkan wajahku darinya.
"Hey bodoh!'
"Kau yang bodoh!" ucapku kesal dan dengan reflek menatap matanya. Matanya yang sipit itu seakan bersinar dan berbicara.
"Kau demam lagi ya? Kemarikan jarimu." ucapnya sambil menarik jari manis kiriku kerahnya.
"Apa yang kau.. ah..Luhan!"
Lidah luhan menyentuh ujung jari manisku. Ah tidak, ku mohon kejadian seperti waktu itu jangan terjadi kembali. Luhan terus memainkan lidahnya diujung jari manis kiriku dan perlahan menjilatnya ke bawah secara perlahan.
"Aahh.. Lu..ukh! Luhan..hahh!" nafasku tak teratur, suhu tubuhku semakin meningkat.
Sentuhannya begitu lembut, kali ini aku tak bisa melawan karena demamku begitu tinggi dan aku tak bertenaga untuk menggerakan anggota tubuhku. Luhan terus menggerakkan lidahnya secara perlahan naik dan turun, sesekali iya memasukkan jari manisku ke dalam mulutnya. Desah nafasnya membuatku semakin memanas.
"Lu..akh..ahh..! Stop!" ucapku keras.
Ia pun menghentikan permainan lidahnya dan menatap mataku dalam.
"Aku mencintaimu Shin Aegi, apa kau tidak merasakan hal yang sama?" tanyanya begitu serius.
"Kau bodoh!" jawabku dengan muka yang memanas, jantungku berdetak kencang.
"Aku memang bodoh! Tetapi aku akan selalu mencintaimu, aku akan menunggu sampai kau mau menerimaku. Mungkin kau pikir aku ini hanya seorang lelaki serigala mesum yang menginginkan tubuhmu bukan? Yang kuinginkan itu kau Shin Aegi, semuanya yang ada pada dirimu, aku inginkan itu." ucapnya sangat serius.
" Luhan.. aku, maaf aku tak bisa menjawabnya sekarang." jawabku pelan.
"Aku tau, aku akan menunggu sampai kau menjawabku, Shin Aegi. Ingat, aku Luhan akan selalu mencintaimu." jawabnya.
Jantungku semakin berdegup kencang, nafasku memburu. "Luhan! Kau mau kan temani aku disini?" tanyaku pelan.
"Hahaha, bodoh! aku pasti akan selalu menemanimu. Aku inikan calon pacarmu." jawab Luhan dengan tersenyum manis seperti bocah yang menggemaskan. Ia pun mengelus pelan rambutku dan mencium lembut keningku.

3 hari telah berlalu. Demamku turun begitu cepat.
"Luhan, saat aku demam apa yang ingin kau berikan?" tanyaku yang sedang duduk santai di belakang gedung olahraga.
"Apa?" jawabnya singkat.
"Luhan!!" ucapku kesal. Ia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku celananya. Sebuah cincin? Ia memakaikan cincin itu di jari manis kiriku. Ia pun mencium punggung tanganku dengan lembut. Mukaku memerah.
"Lu..lu..han?" ucapku terbata-bata.
"ketiga kalinya aku berkata kepadamu Shin Aegi, aku mencintaimu."
"Aku juga mencintaimu, Luhan." jawabku sambil tersenyum.
Luhan pun kaget dan tersenyum. Lalu, ia memelukku erat dan mencium keningku. "Pacar sah ya? Kalau gitu aku bebas mencium wangi tubuhmu ya? hahaha."
"Luhan bodoh! Dasar serigala mesum!"
Luhan tertawa dan kami berciuman. Ciuman kedua kami, lebih hangat. Luhan, aku mencintaimu.

You May Also Like

0 komentar